Baru sadar ternyata masih ada luka batin yang belum
sembuh. Lebih tepatnya baru sadar jika hal-hal di masa lalu yang keliatannya
sepele ternyata cukup berbekas. Mungkin ini semua karena kekurangan gue
dalam menyadari apa yang gue rasakan. Gue harus lebih paham lagi sama apa yang
sedang gue rasakan terhadap sesuatu, sehingga gue bisa merilisnya dengan cara yang baik. Dan yang paling penting, gue tidak memendamnya sebagai sebuah luka. Sebuah luka yang mana gue khawatir akan mempengaruhi perilaku gue ke orang lain, atau bahkan
perilaku ke diri gue sendiri.
Monday, July 15, 2019
Saturday, July 13, 2019
Random Toughts 8
Mau nulis random lagi. Mau ngluarin uneg-uneg aja. Sebenarnya
terlalu banyak yang pengen diungkapin, tapi saking banyaknya bingung ngemasnya biar jadi tulisan yang ga berantakan banget gimana wkwk. Dua ribu sembilan belas, sebuah tahun
yang penuh pelajaran luar biasa, tahun dimana pemikiran-pemikiran yang membuat
persepektif baru bermunculan. Perspektif baru yang lumayan ekstrim sih, I mean
ekstrim karena hampir mengubah 180 derajat dari pemikiran sebelumnya. Perspektif
yang membuat gue merasa kalo gue terkepung asap super tebal selama 23 tahun hidup di
dunia. Sebenarnya gue pun belum mempraktikkan perspektif baru ini sepenuhnya.
Jujur aja masih takut hahaha. Gimana ya…… melihat sesuatu yang berbeda dari
kebanyakan orang bukan hal mudah buat gue pribadi. Meskipun gue bener-bener ga bisa menyangkalnya,
karena satu persatu bukti terus menerus memperlihatkannya ke diri gue. Yap gue masih
belajar banget mempraktikkannya. Gue akan terus belajar dengan bantuanNya.
Untuk sekarang gue cuma bisa sangat bersyukur atas saat ini, atas tercapainya gue di titik ini.
Thursday, March 7, 2019
Random Toughts 7
Terima kasih atas segala sesuatu yang membuatku merasa pekerjaanku selama ini sia-sia.
Karenanya aku tersadar bahwa aku sudah berada di luar tujuan awalku.
Karenanya aku tersadar bahwa aku sudah berada di luar tujuan awalku.
#CSH5
Lagi lelah. Lelah sekali. Sampai-sampai mati rasa. Ketika hal-hal
yang biasanya terasa menyenangkan, terasa sangat hampa. Ketika kutipan-kutipan
favorit yang dulu mampu membuatku menyala sekarang tak lagi terasa bermakna. Tidak tahu lagi harus apa dan kemana.
Sepertinya aku harus melepaskan apa saja yang aku inginkan
sekarang.
Ambisi-ambisi yang setelah ditelaah ternyata terlalu tinggi,
aku harus sadar.
Saat ini aku sedang berada di titik merasa tidak tau
apa-apa, di titik semakin aku mencari tahu semakin aku merasa bodoh sekali. Ku kira dulu aku sudah ada di titik itu, ternyata belum. Dan
tentunya di masa depan mungkin aku akan mengalami sesuatu yang sama, merasa
sudah dititik semakin aku mencari tahu
semakin aku merasa tidak tahu, tapi ternyata belum.
Aku masih saja sering sok tahu,
Dengan masih saja mengkhawatirkan akan masa depan yang belum tentu akan datang
Dengan masih saja menghakimi segala peristiwa dengan inderaku yang terbatas
Bukankah banyak peristiwa yang dulu menyedihkan justru yang membuat lebih baik di masa sekarang?
Bukankah ada peristiwa yang dulu menyenangkan jika diingat ada sedikit penyesalan?
Penilaian segala peristiwa akan berubah seiring berjalannya waktu
Aku masih saja sering sok tahu,
Dengan masih saja mengkhawatirkan akan masa depan yang belum tentu akan datang
Dengan masih saja menghakimi segala peristiwa dengan inderaku yang terbatas
Bukankah banyak peristiwa yang dulu menyedihkan justru yang membuat lebih baik di masa sekarang?
Bukankah ada peristiwa yang dulu menyenangkan jika diingat ada sedikit penyesalan?
Penilaian segala peristiwa akan berubah seiring berjalannya waktu
Sungguh, aku menyerah.
Semoga aku bisa menjadi hambaNya yang benar-benar berserah.
Subscribe to:
Posts (Atom)
